
“Ada 6 titik etape yang akan dilakukan satu tiktik perbulan. Jadi program ini akan berkelanjutan. Kami juga akanmemberikan edukasi hingga pemeriksaan kesehatan gratis,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai gerakan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menata kanal. Ia menekankan, masalah kanal tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak.
“Kanal adalah wajah kota. Kalau kita ingin menjadikan Makassar lebih sehat, bersih, dan berdaya, maka kanal harus ditangani secara bersama-sama,” katanya.
Namun demikian, Munafri Munafri menjelaskan tantangan besar yang dihadapi. Salah satunya adalah kanal yang berbeda diluar kewenangan Pemkot, serta keberadaan bangunan liar di atas jalan inspeksi kanal, yang selama ini menghambat upaya pembersihan dan penataan.
“Jadi memang butuh koordinasi lintas lembaga. Tapi yang paling penting, kita harus berani menertibkan bangunan liar ini. Kalau jalan inspeksi tidak terbuka, kita tidak bisa membersihkan kanal dengan maksimal,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga membahas penumpukan sedimen yang menjadi menjadi pekerjaan rumah berat. Munafri menjelaskan bahwa pembersihan kanal tidak cukup hanya dengan satu alat berat dan beberapa truk pengangkut.





