
“Saya pernah coba, satu alat berat dan lima mobil truk tidak cukup. Baru bergeser sepuluh meter, sudah penuh lagi. Jadi harus ada kekuatan armada yang besar, termasuk alat amfibi untuk mengangkat sedimen,” jelasnya.
Meski demikian, Munafri mengatakan Pemerintah Kota Makassar menyatakan dukungan penuh, mulai dari alat. Munafri mengajak semua pihak untuk menyatukan kekuatan, agar pekerjaan ini bisa dilakukan secara lebih efektif.
Ia juga menekankan pentingnya menghubungkan aksi pembersihan kanal dengan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, tanpa edukasi dan kesadaran warga, kanal yang sudah dibersihkan akan kembali kotor.
“Ini bukan sekadar bersih-bersih. Kita harus membangun kesadaran kolektif. Kanal harus menjadi ruang hidup yang sehat, aman, dan produktif. Kalau kanal tertata, bisa jadi jogging track, bisa jadi ruang ekonomi kreatif, bahkan ikon baru kota Makassar,” tutur Munafri.(*)





