
Dalam pameran kali ini, pengunjung disuguhkan beragam koleksi yang menelusuri perjalanan panjang sejarah masyarakat Makassar—mulai dari arsip kuno, perlengkapan rumah tangga klasik, hingga radio zaman dahulu yang pernah menjadi alat komunikasi utama di masa lampau.
“Melalui pameran ini, kami ingin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan benda-benda lama yang mungkin dianggap kuno, padahal memiliki nilai sejarah yang tinggi. Museum hadir untuk menjaga dan memperkenalkan kembali nilai-nilai tersebut,” tambahnya.
Syahruddin juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan berbagai agenda lanjutan di Museum Makassar pasca kegiatan ini.
Setiap bulannya, museum akan menghadirkan kegiatan tematik dengan melibatkan pelajar, komunitas seni, dan pemerhati budaya.
“Kami menjadwalkan kegiatan rutin di museum. Setiap bulan akan ada tema berbeda agar masyarakat selalu memiliki alasan untuk datang dan belajar tentang budaya kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Creative Advisor dan Manajer Prolog Ecosistem, Abdi Karya, menjelaskan bahwa Prolog Fest 2025 memuat berbagai kegiatan, salah satunya Arsip Skena, yang mengajak publik mengenal musik sebagai bagian penting dari kebudayaan Makassar.





