
“Kami Pemerintah Kota selalu hadir untuk memastikan hubungan antarumat tetap harmonis,” jelasnya.
Konven GPIL ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan serta membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.
Politisi Golkar itu juga menjelaskan alasan dirinya aktif menghadiri kegiatan keagamaan lintas denominasi dan keyakinan.
“Mengapa saya selalu hadir dalam urusan keagamaan? Karena kita ingin menyatukan visi dan pemahaman bersama tentang toleransi. Ini adalah amanah yang harus terus kita rawat bersama,” tukasnya.
Sedangkan, Ketua Majelis Pekerja Sinode Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), Pdt. Isbon Nosi, menegaskan kembali komitmen GPIL dalam memperkuat pelayanan gerejawi di tengah dinamika perubahan zaman dan kemajemukan umat.
“Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran pak Wali Kota Makassar, bapak Munafri Arifuddin. Selama ini dukungan Pemerintah Kota kepada kami Pendeta dan gereja luar biasa,” katanya.
Lenih lanjut Pdt. Isbon menekankan bahwa kegiatan Konven bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkokoh komitmen pelayanan gereja sesuai visi GPIL sebagaimana diputuskan dalam Sidang Sinode ke-17 di Mandu Basto, Desember 2024.





