
“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun. tetapi manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” serunya.
Sama dengan sebelumnya, Prabowo menegaskan bahwa dia pasang badan dengan megaproyek ini.
“Jadi, sudahlah, saya sudah katakan presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, Kita mampu. Dan kita kuat,” tegasnya lagi.
Dia pun mengungkapkan bahwa uang untuk membayar proyek itu ada. Namun Prabowo tidak menjelaskan secara spesifik termasuk uang para koruptor yang berhasil diselamatkan oleh negara.
“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi saya hemat, gak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya semua, jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita untuk rakyat semua. Terima kasih,” tutupnya.
Sebagai informasi, kereta cepat Whoosh dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia, Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan 60% saham, dan mitra China 40%.





