
Wali Kota Makassar itu menekankan, bahwa keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam menjaga keamanan.
Dia mencontohkan bahwa tokoh warga, toko-toko di lingkungan, serta Satlinmas dapat menjadi ujung tombak informasi dan pencegahan dini di tingkat lokal.
“Toko-toko masyarakat bisa menjadi pusat informasi, menghubungkan masyarakat dengan pihak berwenang. Satlinmas jangan hanya jadi penonton, tapi aktif memberikan informasi, menjaga wilayah, dan melaporkan potensi gangguan,” jelasnya.
Munafri juga mengingatkan bahwa perang kelompok bukan hanya persoalan kriminalitas, melainkan masalah sosial yang perlu diselesaikan melalui pendekatan kolaboratif dan humanis.
“Persoalan perang kelompok ini sangat serius. Karena itu, seluruh elemen, pemerintah kota, TNI-Polri, serta aparat terkait, harus bersinergi dengan daya dobrak luar biasa untuk menghilangkan ancaman ini,” ujarnya tegas.
Ia mengungkapkan, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah program khusus yang akan diterapkan di titik-titik rawan konflik guna memperkuat sistem keamanan masyarakat.
Dalam arahannya, Munafri mengingatkan agar kegiatan apel tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif seluruh warga.





