
Rp6.965.997.000, sebagai apresiasi atas keberhasilan menurunkan prevalensi stunting secara signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Sulsel turun dari 27,4 persen (2023) menjadi 23,3 persen (2024) atau penurunan 4,1 persen, menjadikannya provinsi dengan penurunan tertinggi kedua setelah Jawa Barat.

Keberhasilan tersebut juga menjadi dasar penetapan penghargaan kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai Kepala Daerah pelaksana Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat provinsi.
Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel, Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pembangunan daerah, termasuk layanan kesehatan dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor di Sulsel berjalan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan bahwa penghargaan nasional ini semakin menegaskan keseriusan Sulsel dalam menekan angka stunting.
“Target kami sejalan dengan RPJMN 2025–2029, yakni menurunkan prevalensi menjadi 14,2 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045,” tegasnya.





