NewsRegionalRegionalSulawesi

Stunting Turun 4,1 Persen, Sulsel Raih Penghargaan dan Insentif Pemerintah Pusat dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025

Rp6.965.997.000, sebagai apresiasi atas keberhasilan menurunkan prevalensi stunting secara signifikan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Sulsel turun dari 27,4 persen (2023) menjadi 23,3 persen (2024) atau penurunan 4,1 persen, menjadikannya provinsi dengan penurunan tertinggi kedua setelah Jawa Barat.

Stunting Turun 4,1 Persen, Sulsel Raih Penghargaan dan Insentif Pemerintah Pusat dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025

Keberhasilan tersebut juga menjadi dasar penetapan penghargaan kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai Kepala Daerah pelaksana Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat provinsi.

BACA JUGA  Wujudkan Generasi Emas, Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Tinjau Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis di Enrekang

Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel, Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pembangunan daerah, termasuk layanan kesehatan dan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor di Sulsel berjalan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan bahwa penghargaan nasional ini semakin menegaskan keseriusan Sulsel dalam menekan angka stunting.

“Target kami sejalan dengan RPJMN 2025–2029, yakni menurunkan prevalensi menjadi 14,2 persen pada 2029 dan mencapai 5 persen pada 2045,” tegasnya.

BACA JUGA  Dukung Generasi Emas, BKKBN Sulsel dan Pemkab Selayar Gencarkan Pengasuhan 1000 HPK Lewat Program TAMASYA

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button