
Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, yang menilai konsistensi Sulsel sebagai faktor kunci keberhasilan program nasional.
“Sulawesi Selatan menunjukkan penurunan stunting yang nyata. Keberhasilan ini mencerminkan kepemimpinan yang konsisten dalam menjalankan program Bangga Kencana dan Quick Wins,” ucapnya.
Sejumlah inovasi daerah seperti GENTING, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) menjadi praktik baik yang diapresiasi karena memperkuat pendekatan keluarga sebagai basis utama pencegahan stunting.
Dengan pengakuan di tingkat nasional ini, Pemprov Sulsel semakin percaya diri menatap target penurunan stunting nasional di bawah 14 persen pada 2025.
Pemerintah daerah memastikan penguatan program edukasi gizi, sanitasi, serta pendampingan keluarga untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.
(*)





