
FKM Unhas, menurutnya, selama ini telah menjadi mitra strategis pemkot dalam menghadapi beragam tantangan kesehatan wilayah.
Munafri menilai peringatan Dies Natalis bukan hanya seremonial, tetapi momentum refleksi atas peran FKM Unhas dalam mencetak tenaga ahli kesehatan masyarakat yang kompeten dan berkarakter.
Ia berharap FKM Unhas terus menjadi garda terdepan inovasi kesehatan dan pengabdian masyarakat, terutama melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Pemkot Makassar, lanjutnya, menargetkan penguatan kolaborasi untuk percepatan zero stunting di Sulawesi Selatan dan khususnya Makassar.
Kemudian penguatan program Makassar Bebas Gizi Buruk (MBG), dan pengembangan Kota Sehat (Healthy City), serta program-program kesehatan pembangunan lainnya.
“Kami Pemerintah Kota Makassar siap memperkuat sinergi dengan Unhas, khususnya FKM, untuk bersama-sama menyukseskan program-program pembangunan kesehatan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota berlatar politisi itu, juga menyampaikan gagasan penting terkait penguatan sumber daya manusia kesehatan di Puskesmas.
Dia menilai karakter pekerjaan Puskesmas yang lebih banyak berada di lapangan, lebih dari 70% bersifat preventif dan promotif, sangat cocok ditangani lulusan FKM.





