
Ia juga membandingkan persepsi publik yang sering kagum terhadap bandara besar negara lain seperti Turki atau Uni Emirat Arab.
Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki banyak bandara besar yang tidak kalah megah, termasuk Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.
Anis menegaskan bahwa inti dari pariwisata bukan hanya keindahan alam, tetapi cerita yang menyertainya.
Salah satunya adalah sejarah dan filosofi kapal Pinisi, kapal tradisional Sulawesi Selatan yang kini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.
“Cerita tentang Pinisi ini adalah cerita penemuan teknologi luar biasa dari nenek moyang kita sebagai bangsa bahari. Tapi sekali lagi, kita jarang menceritakannya kepada orang di luar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia mengusulkan agar Pemerintah Kota Makassar, menyelenggarakan agenda khusus yang mengundang para duta besar negara sahabat untuk menikmati sunset dan atraksi bahari Makassar secara langsung.
Lanjut dia, jika para Dubes datang dan melihat sendiri bahwa ini adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan pemandangan seindah ini, ia yakin akan membantu promosi Kota ini dimata dunia.





