
Di hadapan Wamen, Munafri juga berbagi cerita menarik mengenai Pinisi sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO. Menurutnya, Pinisi menyimpan kisah panjang yang unik sekaligus membanggakan.
Mantan Bos PSM itu menambahkan, bahwa proses pembuatan Pinisi dilakukan tanpa menggunakan paku besi untuk menyatukan kayu-kayunya.
Semua konstruksinya merupakan mahakarya para pengrajin dari Tanah Beru, Bulukumba, yang telah mewarisi teknik bernavigasi dan membangun kapal secara turun-temurun.
“Pinisi adalah karya yang tak ternilai. Teknologinya sangat tinggi, meski dibuat di sebuah kampung di Bulukumba,” tuturnya.
“Ini simbol perjuangan para pelaut kita yang dulu mengarungi luasnya samudera dengan Pinisi,” tambah Munafri.
Di akhir sambutannya, Appi berharap Wamen Luar Negeri dapat menikmati pengalaman berlayar dan suasana senja di laut Losari.
“Silakan menikmati sunset di Makassar, Pak Wamen. Mudah-mudahan membawa kesan baik bagi kita semua, khususnya bagi Kota Makassar dengan kehadiran Bapak sore ini,” tutupnya.
Sedangkan, Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, mengapresiasi potensi wisata bahari Kota Makassar yang dinilai memiliki kekuatan cerita dan kekayaan budaya yang unik, namun belum banyak dipromosikan secara maksimal ke dunia internasional.





