
“Transformasi ini tidak akan berjalan kalau tidak dimulai. PD Parkir harus memastikan penggunaan digitalisasi ini benar-benar turun ke jukir. Selama ini kita berada di zona nyaman dengan sistem manual, terima uang harian, kembalian lambat. Digitalisasi memotong banyak proses,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, digitalisasi juga memungkinkan pencatatan yang lebih akurat dan mengurangi potensi kesalahpahaman antara masyarakat, jukir, dan perusahaan. Rekap harian yang selama ini dilakukan manual, kini dapat terekam otomatis sehingga memudahkan pemetaan titik parkir dengan pemasukan tertinggi hingga evaluasi titik yang menurun.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga meminta Perumda Parkir untuk memperhatikan aspek pelayanan publik. Jukir, katanya, harus dibekali pelatihan terkait customer satisfaction dan hospitality.
“Jangan asal parkir, senyum pun susah. Kita ingin jukir melayani dengan baik, komunikatif, membangun hubungan kemanusiaan. Banyak yang datang tidak ada jukir, pulang baru muncul seperti hantu. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Selain itu, Ia menegaskan pentingnya menaati rambu-rambu lalu lintas. Ia meminta PD Parkir memastikan jukir tidak mengarahkan kendaraan ke titik yang jelas-jelas dilarang parkir, karena akan berbenturan dengan aturan penegakan perda.





