SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka Pelatihan Petugas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin No. 3–5, Makassar, pada Senin (24/11/2025). Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yaitu Makassar, Pangkep, Pinrang, dan Jeneponto. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, Penanggung Jawab SNLIK BPS Sulsel Kusmiyati beserta jajaran, serta perwakilan unit kerja OJK dan BPS. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, yang menegaskan pentingnya kegiatan pemutakhiran data literasi dan inklusi keuangan nasional. “Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas karunia-Nya hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri Pelatihan Petugas SNLIK Tahun 2026,” ujar Aryanto mengawali sambutan. Sementara itu Kepala OJK Sulselbar yang diwakili oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Budi Susetiyo dalam arahannya menegaskan bahwa survei SNLIK menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam mengukur capaian literasi dan inklusi keuangan secara akurat. “Dengan adanya target nasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, OJK memerlukan instrumen yang mampu menggambarkan perkembangan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Target Nasional dan Peran SNLIK 2026 Dalam sambutan resmi, dijelaskan bahwa pemerintah menargetkan indeks literasi keuangan mencapai 69,35% dan inklusi keuangan 93% pada tahun 2029. Sementara pada tahun 2045, target inklusi keuangan ditetapkan sebesar 98%. “SNLIK 2026 bertujuan memetakan kondisi literasi dan inklusi keuangan terkini, mengevaluasi efektivitas program yang berjalan, dan menjadi bahan perencanaan kegiatan di tahun berikutnya,” jelas Budi. Peserta Dibekali Pemahaman Teknis Para peserta pelatihan akan mendapatkan pembekalan selama tiga hari mengenai berbagai materi teknis seperti kuesioner, showcard, buku pedoman konsep dan definisi, teknik probing, serta pedoman lainnya sebagai bekal sebelum turun ke lapangan. “Melalui pelatihan ini kami berharap para petugas dapat memahami seluruh materi dengan baik sehingga pemutakhiran dan pendataan pada Januari–Februari 2026 dapat berjalan optimal,” ujar Budi. Persiapan SNLIK 2026 dan Evaluasi SNLIK 2025 SNLIK Tahun 2026 merupakan kerja sama ketiga antara OJK dan BPS setelah sukses pada 2024 dan 2025. Tahun ini, SNLIK juga menerapkan perubahan metodologi dengan menggunakan Satuan Lingkungan Setempat (SLS) menggantikan Blok Sensus (BS) untuk mempermudah koordinasi di lapangan. Dalam pemaparan evaluasi survei sebelumnya, disebutkan bahwa literasi keuangan masyarakat masih perlu diperkuat. “Pada SNLIK 2025, literasi keuangan konvensional masih rendah pada aspek keterampilan, sikap, dan perilaku, sementara literasi keuangan syariah rendah pada aspek pengetahuan dan keyakinan,” jelasnya. Oleh karena itu, petugas diimbau lebih teliti dan komunikatif saat menggali jawaban responden. “Kami titip agar aspek-aspek tersebut dapat dijelaskan dengan baik dan dilakukan probing secara tepat oleh Bapak/Ibu petugas lapangan,” tegasnya. Dengan diawali pembukaan resmi tersebut, rangkaian Pelatihan Petugas SNLIK Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi dimulai. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan petugas lapangan yang kompeten, mampu menjalankan pendataan secara akurat, dan mendukung terselenggaranya SNLIK 2026 secara optimal di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. (*)