
Amiruddin menegaskan bahwa keberhasilan survei ini sangat bergantung pada kualitas kerja para petugas lapangan.

Data hasil survei literasi dan inklusi keuangan memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai bahan evaluasi tingkat pemahaman serta akses keuangan masyarakat, tetapi juga menjadi dasar perumusan kebijakan nasional.
“Hasil survei ini akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah, OJK, akademisi, serta para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih responsif dan terukur. Pada akhirnya, data yang akurat akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amiruddin.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, ketelitian, dan profesionalitas petugas dalam menjalankan tugas lapangan.
Keakuratan data yang dikumpulkan akan menentukan kualitas keputusan yang diambil oleh pemerintah dan lembaga terkait.
Di akhir sambutannya, Amiruddin menyampaikan apresiasi kepada BPS Provinsi Sulsel atas penyelenggaraan pelatihan dan kontribusinya dalam mendukung suksesnya Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026.
(*)





