
“Nanti kami konsep agar ada penyajian-penyajian seni dan jajanan kue tradisional sehingga pelestarian dan kemajuan kebudayaan di Kota Makassar,” kata Ware.
Dalam City Rally tersebut, peserta akan mengunjungi sejumlah pos, dan setiap pos akan menyediakan pertanyaan atau misi terkait pengetahuan budaya Makassar.
“Contoh teknisnya, para peserta menuju spot-spot cagar budaya. Teman-teman Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyiapkan pertanyaan-pertanyaan di setiap pos yang berhubungan dengan budaya Makassar,” jelas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar itu.
Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum, termasuk partisipasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Makassar.
Pelaksanaan teknis dan panduan kegiatan akan dijelaskan langsung oleh panitia pada saat kegiatan.
“Pesertanya umum, termasuk OPD. Nanti teknisnya teman-teman IMI yang jelaskan. Jadi fun, santai, tapi tetap edukatif,” tambahnya.
Ware mengatakan, pihaknya berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terikat sebagai strategi pelestarian budaya berbasis partisipasi publik.
“Kami usulkan ini menjadi salah satu kegiatan yang terikat, agar keberlanjutan pelestarian dan promosi budaya dapat terus berjalan,” ungkapnya.





