
Ada wilayah dengan calon tunggal, bahkan tanpa pelaksanaan pencoblosan, namun ada juga yang diikuti lebih dari tiga hingga lima calon kategori yang berpotensi memicu kerawanan.
“Ini yang kami antisipasi, kami juga mengantisipasi isu-isu di media sosial dan kemungkinan konflik ketika calon ada yang menang maupun kalah,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan terkait wilayah rawan perang kelompok seperti Sapiriah, Kapolrestabes menegaskan bahwa pengamanan khusus tetap berjalan.
“Di wilayah Utara Sapiria dan sekitar hingga sekarang kami masih menempatkan anggota, baik dari Kepolisian maupun Kodim. Kami antisipasi agar tidak ada pihak yang memprovokasi situasi,” tuturnya.
“Pos-pos tetap dijaga, ditambah personel dari Balai Kota untuk menjaga pencoblosan,” sambung dia.
Untuk pengamanan, Polrestabes Makassar menyiapkan sekitar 400 personel. Selain itu, akan ada tambahan kekuatan dari Polda Sulsel sebanyak satu hingga dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) guna mengamankan.
Dikatakan, keamanan secara otomatis terlibat dalam pengawasan per kelurahan, namun jumlah mereka dianggap belum mencukupi untuk mengawasi seluruh TPS sehingga personel tambahan diperlukan.





