
Mantan bos PSM itu, menjelaskan bahwa RT/RW merupakan perpanjangan tangan pemerintah di wilayah masing-masing.
Seluruh bantuan, intervensi program, hingga penyaluran support dari pemerintah akan melalui struktur RT/RW.
“RT/RW yang terpilih ini adalah kepanjangan tangan pemerintah. Seluruh bentuk intervensi, apakah itu bantuan, support, sumbangan, akan turun melalui ketua-ketua RT ini,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa jabatan ketua RT bukan tempat untuk bersantai atau sekadar mencari gengsi. Jabatan tersebut menuntut kerja aktif dan kesediaan mengurus kebutuhan warga.
“Kalau mau jadi ketua RT baru mau santai-santai, itu salah alamat. Karena ketua RT nanti itu pasti akan sangat sibuk,” katanya.
Wali Kota juga mengingatkan agar kandidat maupun pendukung yang kalah tidak membawa ego pribadi dengan menarik diri dari proses sosial di wilayahnya.
“Coba bayangkan kalau yang kalah hanya karena ego pribadinya mengajak pendukung untuk tidak mau bergabung. Kasihan pendukung-pendukung ini. Tidak akan mendapatkan sesuatu karena ego satu orang,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya melebur dan bersatu kembali selepas pemilihan demi pemerataan bantuan dan keberlanjutan pembangunan.





