
“Perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Menjaga bumi butuh aksi nyata, bukan sekadar janji,” tegas Helmy.
Selain itu, penyelenggaraan festival, DLH Makassar juga telah menggelar program “Jelajah Sampah Makassar” , sebuah inisiatif edukatif dan aksi nyata yang dilaksanakan serentak di 15 kecamatan sejak 19 November 2025 lalu.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah menuju Makassar Bebas Sampah 2029 di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Menurut Helmy, Jelajah Sampah Makassar dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak warga memahami persoalan sampah yang ada di lingkungannya sekaligus belajar bagaimana menjadi bagian dari solusi,” imbuh Helmy.
Rangkaian kegiatan Jelajah Sampah meliputi pelatihan pemilahan dan daur ulang sampah, pameran produk ramah lingkungan, diskusi lingkungan, aksi bersih, berbagai permainan edukatif, hingga hiburan bagi warga.
Pihak DLH juga menyediakan layanan pasar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis, sehingga kegiatan tidak hanya menyentuh aspek lingkungan tetapi juga kebutuhan masyarakat secara langsung.





