
Program ini mendapat dukungan luas dari berbagai komunitas dan mitra kolaborasi, sehingga jangkauan edukasi dan aksi lapangan semakin meluas. Sejumlah kecamatan mencatat hasil pengumpulan sampah yang signifikan.
Di Kecamatan Mariso, terkumpul 64,4 kilogram sampah organik dan anorganik. Di Kecamatan Wajo, pengumpulan mencapai 135,25 kilogram.
Sementara di Kecamatan Manggala, jumlahnya bahkan menyentuh 208,3 kilogram. Total ratusan kilogram sampah ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat serta kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Program Jelajah Sampah Makassar akan berakhir pada 15 Desember 2025 di Kecamatan Mamajang, sekaligus menjadi momentum menuju puncak Festival Daur Bumi 2025.
Melalui rangkaian kegiatan ini, DLH Makassar berharap lahir perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan dan mendorong kolaborasi lebih luas dari seluruh lapisan masyarakat.
“Festival Daur Bumi 2025 dan Jelajah sampah bukan sekadar acara, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat komitmen menjaga bumi dan mewujudkan Makassar sebagai kota yang lebih bersih, sehat,” tutup Helmy.
(*)





