
Sehingga organisasi-organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, harus hadir memberikan edukasi dan pendampingan.
“Melalui PKK, DWP, Dekransda, dan organisasi lainnya, tujuan kita adalah memperbaiki tatanan rumah tangga sebagai modal dasar menuju 2045,” katanya.
Ia turut mengapresiasi perempuan berdaya yang terus memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang keluarga dan karier suami. Dukungan tersebut dinilai mampu mendorong etos kerja yang baik dan kinerja positif ASN.
Munafri juga menegaskan pentingnya keterlibatan bapak-bapak dalam kegiatan parenting agar tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan anak dipahami secara bersama.
“Dasar keluarga adalah komunikasi serta pemahaman hak dan kewajiban masing-masing. Idealnya memang tidak selalu tercapai, tetapi harus terus dipelajari dan diupayakan bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Munafri turut menyinggung tantangan sosial di Kota Makassar, seperti stunting, TBC, dan HIV, yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengapresiasi upaya konkret organisasi perempuan yang telah melakukan intervensi stunting secara fokus dan berbasis data hingga berhasil menurunkan angka stunting pada anak-anak dampingan.





