
Faridah Kadir menambahkan bahwa pendataan potensi keluarga harus dimulai dari unit terkecil, yakni kelompok Dasawisma, agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Pendataan yang kuat itu dimulai dari Dasawisma. Dari sanalah kita bisa melihat potensi, permasalahan, serta kebutuhan keluarga secara nyata,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Faridah juga menguraikan bahwa Pendataan Dasawisma merupakan kegiatan pengumpulan data rutin dari setiap keluarga oleh kader Dasawisma yang umumnya terdiri dari 10 kepala keluarga dalam satu kelompok.
“Tujuan utama pendataan ini adalah mendokumentasikan kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga secara akurat dan berkelanjutan, sehingga PKK memiliki data yang valid sebagai bahan penyusunan program,” tambahnya.
Faridah berharap melalui kegiatan ini, pendataan Dasawisma dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan data yang valid sebagai landasan pembangunan keluarga dan masyarakat yang berkelanjutan.
Selain itu, pemateri kedua Andi Taufik Aris yang menjelaskan bahwa proses pengumpulan data harus dilakukan melalui tahapan yang jelas, mulai dari persiapan instrumen, teknik wawancara, observasi, hingga pencatatan data secara sistematis.





