
“Ini bukan semata soal siapa yang terpilih, tetapi bagaimana proses ini dijalankan secara bermartabat, demokratis, dan mencerminkan kedewasaan organisasi alumni,” katanya.
Ia berharap, melalui proses penjaringan yang terbuka ini, musyawarah mendatang dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta visi kuat untuk membawa “I AM Unhas” semakin berperan strategis bagi alumni, almamater, dan masyarakat luas.
“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi komitmen dan semangat kolektif untuk membesarkan IKA Manajemen Unhas atau “I AM Unhas” harus terus dijaga,” pungkasnya.
(*)





