
“Kami memiliki program bagi pegawai yang belum S1, maupun yang sudah S1 tetapi ingin melanjutkan ke profesi akuntan. Kami juga memiliki kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memang diperuntukkan bagi masyarakat pekerja,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada bidang akademik, FEB UMI juga menyampaikan harapan dukungan Pemkot Makassar terkait penataan infrastruktur kampus, khususnya area parkir yang kerap tergenang saat musim hujan.
“Pelataran parkir kami kondisinya kurang baik. Saat musim hujan sering terjadi genangan karena posisinya rendah. Kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota Makassar melalui skema hibah untuk membantu penataan parkir di kampus kami,” kata Syafi’i.
Ia menilai, penataan kawasan kampus juga berkontribusi terhadap wajah dan keindahan kota secara keseluruhan, mengingat lokasi UMI berada di salah satu jalan poros utama Kota Makassar.
“Kami berharap keindahan kota tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga merata, termasuk di kawasan perguruan tinggi. Apalagi kampus kami berada di jalan poros kota, sehingga penting untuk diperhatikan,” tambahnya.
Syafi’i Basalamah menegaskan FEB UMI siap berkolaborasi dengan Pemkot Makassar di berbagai sektor, baik pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.





