
Kolaborasi ini, menurut Wali Kota Makassar, bertujuan untuk mempercepat proses legalisasi aset serta memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara transparan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain aspek hukum, Wali Kota Makassar menyoroti standar pelayanan Masjid. Baginya, kualitas sebuah pengurus masjid bisa dilihat dari hal yang paling sederhana: Kebersihan Toilet.
”Kalau toiletnya tidak bersih, bagaimana jamaah bisa nyaman? Kebersihan itu fundamental. Toilet adalah cerminan kepedulian pengurus terhadap jamaahnya,” tuturnya.
Masjid Harus Ramah Anak dan Jadi Pusat Solusi Sosial
Wali Kota Makassar ini juga berpesan agar pengurus masjid masa bakti 2025–2030 tidak sekadar menjadi “nama di atas kertas”. Ia ingin masjid bertransformasi menjadi pusat komunikasi warga dan ruang pembinaan generasi muda.
Salah satu poin menarik yang ia tekankan adalah sikap terhadap anak-anak di Masjid.
”Jangan marahi anak-anak yang bermain di halaman masjid. Biarkan mereka di sana, karena merekalah generasi yang kelak akan memakmurkan masjid kita. Buatlah masjid yang ramah anak,” pesan Munafri.
Menjelang bulan suci Ramadan, Appi menginstruksikan para Lurah, Ketua RT, dan RW untuk bersinergi dengan pengurus masjid.





