
Dengan terus berkembangnya teknologi, peran antibodi monoclonal dalam dunia kesehatan akan menjadi semakin luas dan esensial, dengan berbagai keunggulan, antara lain spesifisitas tinggi, konsistensi hasil, serta dapat diproduksi secara massal dengan teknologi konvensional maupun rekombinan.
*Prof. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D.,*
Guru Besar Bidang Biokimia Gastro-Entero Hepatologi pada Fakultas Kedokteran Unhas ini menguraikan tentang “Translasional Biomedis Penyakit Hati: Integrasi Fitofarmaka dan Terapi Sel Punca Menuju Pengobatan Regeneratif Masa Depan”.
Hati memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik. Pada cedera akut, sel hati dewasa mampu membelah diri dan menggantikan sel yang rusak, sehingga fungsi hati dapat pulih kembali. Namun, pada cedera kronis, proses regenerasi menjadi tidak optimal.
Fitofarmaka merupakan obat bahan alam yang dikembangkan melalui proses penelitian ilmiah yang sistematis. Berbeda dengan jamu, Fitofarmaka telah melalui uji pra-klinik dan uji klinik sehingga keamanan dan manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan. Fitofarmaka dan sel punca merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi.





