
“Semua orang punya potensi. Itu harus menjadi pegangan kalian. Ada tiga hal penting yang perlu dilakukan, yaitu berdoa, berusaha, dan bercermin. Tiga ‘B’ ini penting untuk melihat kompetensi diri dalam menentukan pilihan,” ungkapnya.
Tidak hanya siswa, para guru juga aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi. Salah seorang guru menanyakan apakah siswa yang telah lulus melalui jalur SNBP masih dapat mengikuti seleksi Jalur Mandiri Ketua OSIS. Menanggapi hal tersebut, Prof. Maskun menjelaskan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru menerapkan mekanisme kuota.
“Jika siswa telah lulus pada satu jalur seleksi nasional, maka kuota tersebut sudah melekat pada siswa yang bersangkutan dan tidak dapat dibatalkan atau ditinggalkan untuk mengikuti jalur lain,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Universitas Hasanuddin berharap siswa, guru, serta orang tua memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait proses seleksi masuk perguruan tinggi. (*aya)





