
Ia menegaskan, pengelolaan sampah yang optimal dari hulu hingga tengah menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA Antang secara signifikan.
Lanjut dia, dari hulu dan bagian tengah ini sangat didorong untuk terus meningkat.
“Dan itu sudah mulai dilakukan, termasuk dengan masuknya fasilitas seperti MRF dan insinerator,” tambahnya.
Terkait keberadaan insinerator yang sebelumnya sempat mendapat imbauan agar tidak langsung dioperasikan, Azri menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian teknis dan administrasi.
Karena ini barang baru, tentu perlu dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus dilengkapi, teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan.
Di akhir pertemuan, Azri kembali menegaskan bahwa secara umum telah terlihat adanya peningkatan kebersihan Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
“Kelihatannya memang sudah ada peningkatan kebersihan,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, untuk terus melakukan pembenahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, khususnya dalam upaya mengurangi lendir serta menjaga kebersihan area TPA secara berkelanjutan.





