
Pada tahun 22 Oktober 1953, Pemerintah membentuk Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran Makassar.
Panitia ini diketuai oleh Syamsuddin Daeng Ngawing, dengan sekretaris Muhammad Rasyid Daeng Sirua.
Tokoh-tokoh yang duduk sebagai anggota panitia ini antara lain J. E. Tatengkeng, Andi Patiwiri, dan Sampara Daeng Lili.
Dalam proses persiapan ini, Gubernur Sulawesi (Andi Pangerang Pettarani) dan Walikota Besar Makassar (Ahmad Dara Syahruddin) mengambil kebijakan strategis untuk menanggulangi kebutuhan-kebutuhan teknis pendirian fakultas ini, termasuk menyiapkan dana sebesar 1,5 juta rupiah dan membebaskan lahan rawa seluas 50 hektar di Baraya. Bangunan gedung Fakultas Kedokteran dirancang khusus oleh seorang arsitek Belanda Ir. J. Th. Dhroof.
Selama 70 tahun perkembangannya, ada banyak tonggak sejarah (milestone) yang telah dilewati.
Misalnya, perpindahan dari kampus Baraya ke kampus Tamalanrea, adopsi kebijakan dalam sistem pendidikan kedokteran dan pendidikan spesialis, langkah awal menuju kemandirian dan internasionalisasi, serta pendirian Rumah Sakit Pendidikan.
Seluruh catatan sejarah ini dapat disimak lengkap di Unhas Medical Museum ini. Fasilitas ini merupakan yang pertama di Universitas Hasanuddin.





