
Ia menilai, rendahnya edukasi keluarga dan keterbatasan ekonomi masih menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.
“Stunting salah satunya terjadi karena kurangnya edukasi dan kondisi ekonomi yang rendah. Karena itu, PKK terus menyuarakan pentingnya pencegahan sejak dini, kepada orang tua maupun calon orang tua,” jelasnya.
Lebih lanjut, Melinda menyampaikan bahwa PKK Kota Makassar secara konsisten melakukan sosialisasi, menghadirkan rumah gizi, menyalurkan bantuan makanan bagi anak stunting, serta memberikan penyuluhan kepada keluarga.
Menurutnya, penguatan edukasi sejak dini harus terus dilakukan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., dalam keterangannya menyebut Kampung Keluarga Berkualitas di Kecamatan Manggala sebagai contoh yang luar biasa.
Ia menekankan bahwa penguatan keluarga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya Asta Cita keempat tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.





