Harga Emas Global Jatuh, Warga Ritel Antre Memborong Emas di Singapura

SOLUSIMEDIA.ID — Harga emas dunia mengalami penurunan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir meskipun logam mulia tetap diminati sebagai aset investasi.
Di tengah volatilitas pasar komoditas global, fenomena menarik justru terjadi di Singapura, di mana sejumlah warga ritel rela mengantre panjang untuk membeli emas fisik meski harganya sedang turun.
Data pasar menunjukkan bahwa harga emas telah anjlok signifikan di beberapa bursa komoditas global akhir pekan lalu.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh aksi jual besar-besaran di pasar komoditas yang juga mempengaruhi harga emas dan perak.
Harga emas spot dunia bahkan sempat jatuh ke level terendah sejak beberapa dekade terakhir, mencatat penurunan persentase dua digit dari puncaknya pada awal tahun ini karena faktor perubahan sentimen investor dan kekuatan dolar AS.
Menanggapi kondisi tersebut, minat warga Singapura terhadap emas fisik justru meningkat. Di lokasi penjualan fisik di kota tersebut, antrean panjang terlihat di kantor bank yang menawarkan emas batangan dan produk bullion lainnya, meski harga logam mulia sedang mengalami penurunan.
“Saya datang untuk membeli karena harga emas turun hari ini,” kata Ng Beng Choo, seorang pensiunan berusia sekitar 70 tahun, dikutip dari Business Times, Selasa (3/2/2026).
Peristiwa ini menunjukkan kecenderungan investor ritel untuk “membeli saat harga turun” (buy the dip), mengambil peluang dari koreksi harga untuk mengakumulasi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam portofolio mereka.
Antrean panjang terjadi terutama di bank dan dealer emas fisik yang masih menyediakan produk batangan dan koin meskipun ketersediaannya terbatas akibat lonjakan permintaan mendadak.
Para analis pasar menyebut fenomena ini sebagai respons terhadap kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik, yang mendorong investor individu tetap mempercayai emas sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus pelindung nilai kekayaan, meskipun harga emas sedang turun.
Selain itu, permintaan emas di Singapura sendiri telah menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan laporan mencatat lonjakan permintaan investasi emas fisik yang mencapai rekor tertinggi di kawasan Asia Tenggara pada tahun sebelumnya, terlepas dari fluktuasi harga.
Pergerakan terbaru ini mencerminkan dinamika pasar emas yang terus berubah, di mana harga dan permintaan tidak selalu bergerak searah.
Walaupun terjadi koreksi harga yang tajam, minat konsumen ritel untuk memiliki emas fisik tetap tinggi, khususnya karena emas dipandang sebagai aset yang relatif aman di tengah fluktuasi pasar global.
(*)





