
Barcelona sendiri sudah menjadi salah satu pendukung utama ESL sejak awal, namun dalam perkembangannya dukungan terhadap proyek tersebut terus merosot.
Klub sempat mempertahankan keterlibatannya meski sejumlah peserta lain mundur bertahap.
Hingga akhirnya, pada tanggal 7 Februari 2026, Blaugrana memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam ESL, menyusul penurunan signifikan dalam dukungan dan relevansi kompetisi ini dalam lanskap sepak bola Eropa.
Keputusan keluar dari ESL juga mencerminkan perubahan arah Barcelona dalam menjalin kerja sama dengan struktur kompetisi yang diakui oleh badan sepak bola resmi Eropa, termasuk UEFA.
Perubahan ini diambil di tengah upaya klub untuk memperbaiki hubungan dengan organisasi sepak bola benua tersebut serta menyesuaikan strategi kompetisi mereka ke depannya.
Dengan langkah ini, proyek European Super League yang sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar dan pelaku sepak bola kini berada dalam fase penurunan signifikan, karena hampir seluruh klub pendiri telah mengundurkan diri.
Sementara itu, Real Madrid tetap menjadi satu-satunya klub yang masih secara terbuka mendukung inisiatif tersebut, meskipun tidak banyak klub lain yang mengikuti dalam beberapa bulan terakhir.





