
Ia mengingatkan agar tidak ada RT maupun RW yang abai terhadap keluhan warga. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, tidak menginginkan adanya laporan RT/RW yang tidak responsif, enggan berbaur dengan warga, atau tidak mau menjalankan program pemerintah.
“Saya tidak mau dengar ada RT/RW dilaporkan karena tidak mau mendengar keluhan warganya. Tidak mau bergaul dengan tetangganya. Apalagi tidak mau menjalankan program pemerintah,” ujarnya.
Munafri menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan RT/RW yang paling memahami kondisi wilayah masing-masing.
Ia menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk kemudahan akses kesehatan, pangan, dan lapangan pekerjaan.
“Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat di Puskesmas, dan susah mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW,” tegasnya.
Selain pelayanan publik, kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama. Munafri meminta RT/RW aktif mengelola sampah dari sumbernya dan mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan.





