
Ketua BKMT Kota Makassar itu, juga mengajak para muballigh untuk terus mengembangkan dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan solutif.
“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegasnya.
Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan media sosial, Aliyah Mustika Ilham menilai muballigh, terutama generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas, wawasan, serta metode dakwah agar pesan keislaman tetap relevan dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat.
Ia juga mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan muballigh dalam berbagai program pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Jika muballigh dan pemerintah berjalan bersama, maka pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham, turut mengusulkan pemberian apresiasi kepada muballigh terbaik serta mendorong peningkatan partisipasi muballigh perempuan.





