
Aliyah Mustika Ilham, juga mengajak para muballigh untuk lebih aktif menyentuh persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk isu-isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan dakwah yang empatik dan membumi.
Menjelang Bulan Suci Ramadan, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa peran utama muballigh adalah menjadi penyejuk, pemersatu, dan penyampai doa bagi para pemimpin dan masyarakat.
“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 dan menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan.
“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT, dan membawa manfaat bagi umat serta Kota Makassar,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan total peserta mencapai 600 orang.
“Kegiatan pembinaan muballigh ini dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan jumlah peserta sekitar 150 orang setiap kegiatan, sehingga total mencapai 600 muballigh dan muballighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini kami rancang sebagai bekal menghadapi bulan suci Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” ujar Mohammad Syarief.





