
Menanggapi hasil survei tersebut, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa angka kepuasan bukan menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan kebijakan.
Prasetyo menyatakan bahwa “yang kami kejar adalah mempercepat program-program yang memang kami yakini itu bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat,” saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Pernyataan ini mencerminkan sikap pemerintah yang menegaskan fokus kerja tidak semata pada capaian angka survei, tetapi lebih pada percepatan dan implementasi program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk peningkatan infrastruktur pendidikan dan layanan sosial yang telah dicanangkan sebelumnya.
Beberapa pengamat menyebut bahwa angka kepuasan sebesar 79,9 persen menunjukkan stabilitas dukungan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto di awal tahun 2026.
Dalam survei yang sama, kelompok generasi muda terutama Generasi Z disebut menjadi salah satu pendorong utama tingginya angka kepuasan, dengan tingkat kepuasan lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.





