MakassarNews

Wali Kota Munafri dan Wamendagri Bima Arya Berbagi Inspirasi Kepemimpinan di Kampus UNM

“Kita berharap mungkin di antara mahasiswa yang hadir hari ini, kelak akan menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri juga pada waktunya nanti,” katanya.

Sementara itu, Bima Arya dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan buku ketiga yang ia tulis. Buku tersebut menjadi refleksi perjalanan kepemimpinannya selama dua periode di Kota Bogor.

Ia menggambarkan pengalaman menjadi wali kota seperti “permen nano-nano”, kadang manis, kadang pahit. Manis saat mendapat apresiasi dan dukungan, namun pahit ketika menghadapi demonstrasi, kritik keras, hingga tekanan publik.

BACA JUGA  Pemkot Makassar dan PIP Percepat Hibah Aset Dukung Pembangunan Stadion Untia

Dalam forum tersebut, Bima Arya membagikan sejumlah strategi kepemimpinan yang ia terapkan, di antaranya mencicil harapan masyarakat secara bertahap, mengelola kepentingan berbagai pemangku kepentingan, merawat dukungan akar rumput dan elit, hingga membangun “pasukan” birokrasi yang responsif dan kontekstual.

“Menjadi wali kota itu seperti lari maraton. Strateginya harus konsisten sampai ujung. Bahkan semakin mendekati akhir, pace-nya justru harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama mahasiswa dan peserta yang hadir, menjadikan bedah buku tersebut ruang dialog terbuka tentang pelajaran kepemimpinan bagi pemuda, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi nilai dalam membangun kota.

BACA JUGA  Lepas Jenazah Ruslan Mahmud, Wali Kota Munafri: Almarhum Figur Politisi Militan

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button