
Ia juga mengingatkan bahwa pola hidup aktif seharusnya mulai dibangun sejak usia muda sebagai investasi jangka panjang. “Kesehatan di masa lansia adalah hasil dari kebiasaan yang dicicil sejak dini,” tambahnya.
Saat ini, peserta Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala masih didominasi oleh kaum perempuan.
Melinda mendorong para bapak untuk turut bergabung dan tidak merasa ragu atau minder untuk belajar kembali.
Sebagian besar peserta merupakan pensiunan yang tetap ingin produktif dan tidak hanya berdiam diri di rumah.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kemandirian ekonomi yang mulai tumbuh dari para lulusan Sekolah Lansia.
Beberapa di antaranya telah menghasilkan produk UMKM, seperti Bosara, yang turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, TP PKK Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BKKBN dalam mengembangkan program Sekolah Lansia, termasuk peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi peserta.
“Lansia yang berdaya adalah aset keluarga dan aset kota. Kita ingin memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan menjalani masa tua dengan bermartabat,” tutup Melinda.





