
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si., menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Sipakalebbi merupakan bagian dari strategi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan yang digagas BKKBN.
Ia menyampaikan bahwa program ini secara khusus menyasar warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap menjadi subjek pembangunan.
Menurutnya, lansia tidak boleh terpinggirkan, melainkan harus diberi ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Sekolah Lansia ini dirancang agar para peserta tetap aktif, tidak terisolasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata. Tujuannya agar mereka tetap bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” jelas Irwan.
Ia menambahkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkarya. Ketika lansia produktif, keluarga menjadi lebih kuat dan harmonis.
Dalam rangkaian acara, turut dilakukan penyerahan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting sebagai bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar.
Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap lansia dan anak berjalan beriringan dalam membangun keluarga yang kuat.





