MakassarNews

Unhas Desain Sistem Keselamatan Kerja Terintegrasi dengan Tata Kelola Universitas

Ia menegaskan bahwa K3 harus menjadi komitmen yang dibangun melalui pembiasaan. “K3 perlu menjadi komitmen yang lahir dari pembiasaan, karena kita bisa karena biasa. K3 tidak pernah tidur, karena selalu diperlukan,” tutur Jayadi.

Sementara itu, Konsultan K3, St. Nur Insani, ST., menekankan pentingnya kompetensi personel K3 sebagai investasi strategis bagi keselamatan dan produktivitas.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat 47.300 kasus kecelakaan kerja hingga April 2025. Menurutnya hal ini menegaskan kebutuhan mendesak akan personel K3 yang kompeten, mengingat mayoritas kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor manusia (human error) dan kurangnya kompetensi di bidang K3.

BACA JUGA  Inovasi Wali Kota Munafri Soal Iuran Sampah Gratis Bagi Warga Miskin, Dilirik Daerah Lain

“Kompetensi personel K3 adalah investasi strategis. Jangan kita anggap sebagai syarat administrasi saja, tetapi ini adalah kebutuhan yang perlu diprioritaskan,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, Dosen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, dr. M. Furqaan Naiem, M.Sc., Ph.D., memaparkan komitmen Unhas dalam mewujudkan Unhas Unggul Bersama Budaya K3. Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya K3 perlu dalam pengembangan kebijakan yang komprehensif sebagai bentuk komitmen kuat institusi terhadap K3.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button