
“Unhas perlu mendesain sistem melalui penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang terintegrasi dengan penyelenggaraan dan tata kelola universitas,” ungkap dr. Furqaan.
Tak kalah penting, pelibatan seluruh komunitas universitas menjadi bagian dari strategi pengembangan dan penerapan K3, sehingga seluruh pemangku kepentingan mengetahui, memahami, dan berkontribusi aktif dalam membangun budaya keselamatan.
Melalui seminar ini, Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem K3 yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta kolaboratif dalam melibatkan seluruh elemen institusi demi terciptanya lingkungan kerja dan belajar yang aman dan produktif.
(*)





