
“Di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99,00 persen per Desember 2025,” terangnya.
Lebih lanjut, angka kemiskinan turun menjadi 4,91 persen atau berkurang 0,11 persen dari 2024.
“Capaian tersebut merupakan yang terbaik dalam enam tahun terakhir dan terendah di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Pada triwulan III, pertumbuhan ekonomi Sidrap tercatat sebesar 8,02 persen—tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kinerja tersebut ditopang oleh sektor pertanian dengan peningkatan produksi yang signifikan.
Produksi padi gabah kering panen (GKP) mencapai 679.772 ton senilai Rp4,6 triliun, meningkat 129.464 ton dari tahun sebelumnya.
Produksi beras naik menjadi 326.933 ton dengan nilai Rp4,08 triliun, bertambah 69.937 ton atau 27,21 persen dari 2024.
Sementara produksi telur mencapai 53.401.365 kilogram senilai Rp1,4 triliun, meningkat 11.129.607 kilogram atau 26 persen.
Peringatan Hari Jadi Sidrap tahun ini mengangkat tema “Tanam-Panen-Hilirisasi untuk Sidrap Maju dan Sejahtera” sebagai upaya memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





