News
Hilal Terlihat di Arab Saudi, Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari

Metode Penetapan Awal Ramadan di Indonesia
Indonesia menggunakan dua metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu:
- Hisab
Metode hisab menggunakan perhitungan numerik-matematis untuk memperkirakan posisi hilal tanpa verifikasi langsung di lapangan. Sifatnya informatif.
- Rukyat
Rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung hilal menggunakan mata telanjang atau alat bantu seperti teropong. Rukyat berfungsi sebagai konfirmasi atas hasil hisab.
Dalam praktiknya, Indonesia memakai kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu:
- Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam
- Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat
Perbedaan hasil pengamatan hilal inilah yang menyebabkan awal Ramadan di Arab Saudi dan sebagian negara Asia Tenggara jatuh pada tanggal yang berbeda.
(*)





