NasionalNews

Kemenag RI: Hilal Tak Terlihat, 1 Ramadan Jatuh 19 Februari

Gunakan Standar MABIMS

Dalam menetapkan awal bulan Kamariah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat
  • Sudut elongasi minimal 6,4 derajat

“Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

Perbedaan dengan Muhammadiyah

Tahun ini terdapat perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

BACA JUGA  Solusi Banjir Manggala, Dinas PU Makassar Perbesar Box Culvert dan Benahi Drainase Blok 8 dan 10

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan resmi, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Dalam KHGT, awal bulan ditentukan berdasarkan Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP). Salah satu parameternya adalah terpenuhinya posisi hilal setelah ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, tanpa dibatasi wilayah tertentu.

BACA JUGA  Kasih Natal Satukan Sivitas Akademika Unhas dalam Semangat Keluarga dan Keberagaman

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button