
SOLUSIMEDIA.ID, Jakarta, 7 Januari 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meskipun dinamika perekonomian global dan domestik terus berkembang. Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan pada 2 Januari 2025, OJK menyoroti tren pemulihan global yang masih lambat, dengan inflasi yang bertahan tinggi di sejumlah negara.
Sementara itu, kebijakan bank sentral global semakin moderat, meskipun beberapa negara mulai menurunkan suku bunga kebijakan.
Secara domestik, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang solid. Tingkat inflasi headline turun ke 1,55% (yoy) pada akhir tahun 2024, sementara inflasi inti meningkat menjadi 2,26% (yoy), mencerminkan daya beli yang terjaga.
Surplus neraca perdagangan terus berlanjut, didukung oleh penguatan sektor manufaktur yang tercermin dari PMI Manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi.
Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon
Pasar modal Indonesia ditutup dengan performa campuran pada 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.079,91, mencatat penurunan sebesar 2,65% secara tahunan (ytd). Namun, kapitalisasi pasar meningkat 5,74% ytd, mencapai Rp12.336 triliun.





