
Lebih lanjut, Prof. JJ memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan Unhas dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
Salah satunya adalah pengembangan fasilitas produksi es di Pulau Barrang Lompo untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.
Inisiatif tersebut bertujuan menghasilkan ikan yang lebih segar, meningkatkan nilai jual, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui intervensi berbasis sains dan teknologi.
“Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga pada lesson learned dalam pengelolaan kawasan mangrove dan akuakultur secara terpadu. Model yang dihasilkan dari proyek percontohan nantinya diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir di Indonesia,” jelas Prof. JJ.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan program double degree sebagai bagian dari akselerasi internasionalisasi kampus.
Dalam konteks kolaborasi dengan Hiroshima University, Unhas membuka peluang pemanfaatan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) guna memperluas akses mahasiswa pada pendidikan berstandar global.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Kazuhiko Koike menyampaikan bahwa Hiroshima University memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu kelautan dan perikanan berkelanjutan.





