China Ancam Ambil Langkah Tegas Jika AS Gunakan Hasil Investigasi Phase One untuk Tarif Baru
Namun, China menuduh Washington justru merusak pelaksanaan perjanjian tersebut dengan memperketat kontrol ekspor dan membatasi investasi bilateral.
Langkah-langkah itu dinilai menghambat aktivitas perdagangan dan investasi yang normal antara kedua negara.
“Jika AS bersikeras untuk melanjutkan penyelidikan (Phase One) terkait, atau bahkan menggunakan penyelidikan tersebut sebagai dalih untuk memperkenalkan langkah-langkah pembatasan seperti tarif, China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingannya yang sah,” kata Menteri Perdagangan China, Wang Wentao.
Ketegangan terbaru ini muncul hanya beberapa pekan menjelang rencana kunjungan Presiden Trump ke Beijing. Jika terealisasi, kunjungan tersebut akan menjadi lawatan pertama Presiden AS ke China sejak 2017.
Situasi ini juga berkembang tidak lama setelah Mahkamah Agung AS membatalkan aturan tarif global yang sebelumnya diberlakukan Trump.
Putusan tersebut dinilai menguntungkan China karena beban tarif yang dihadapi menjadi relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah sekutu AS lainnya.
Meski demikian, Greer menegaskan bahwa pemerintah AS masih memiliki ruang untuk menerapkan bea masuk melalui ketentuan hukum Section 301 maupun instrumen hukum lainnya.





