
Rencana impor ini menyedot perhatian publik karena melibatkan pembelian kendaraan niaga dalam jumlah besar dari India. Agrinas telah meneken kontrak senilai Rp24,66 triliun dengan dua produsen otomotif India.
Mahindra & Mahindra Ltd menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up untuk kebutuhan Kopdes Merah Putih.
Sementara Tata Motors mendapatkan pesanan 70.000 unit, terdiri dari 35.000 pikap Yodha dan 35.000 truk Ultra T.7.
Seluruh kendaraan tersebut akan diimpor dan digunakan sebagai sarana operasional koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Istana Masih Telaah Detail
Pihak Istana menyatakan akan menelaah lebih lanjut informasi terkait impor tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pihaknya perlu mengecek detail angka dan skema pembiayaan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.
“Ngecek dulu angka-angkanya,” ujarnya singkat.
Impor massal kendaraan niaga ini juga menjadi perhatian lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian yang memiliki mandat menjaga daya saing industri otomotif dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah menegaskan dari sisi fiskal, skema pembiayaan melalui pinjaman perbankan BUMN tersebut telah dirancang tanpa menambah tekanan baru pada APBN, karena cicilannya bersumber dari anggaran yang sudah tersedia setiap tahun.





