Operasi Militer AS ke Iran Ditarget 4 Minggu, Survei Tunjukkan Mayoritas Warga Menolak

SOLUSIMEDIA.ID — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperkirakan operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung sekitar empat minggu atau bahkan kurang.
Dalam wawancara dengan Daily Mail yang dikutip pada Minggu (1/3/2026), Trump menyebut proses militer terhadap negara sebesar Iran memang membutuhkan waktu, namun diyakini tidak akan melebihi satu bulan.
“Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meski Iran merupakan negara besar dengan kekuatan militer signifikan, operasi tersebut diyakini bisa diselesaikan dalam kurun waktu itu.
Eskalasi Konflik
Serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS serta sejumlah target di kawasan Timur Tengah.
Trump mendesak aparat keamanan Iran, termasuk Garda Revolusi, untuk menghentikan perlawanan. Pernyataan keras tersebut dikutip oleh Agence France-Presse (AFP), di mana Trump memperingatkan konsekuensi fatal jika Iran terus melakukan serangan balasan.
Dukungan Publik Rendah
Di dalam negeri, kebijakan militer ini menuai tentangan. Survei terbaru yang dirilis oleh Reuters bersama Ipsos menunjukkan mayoritas warga AS tidak mendukung operasi militer tersebut.
Dari 1.282 responden dewasa di seluruh AS:
- 27 persen menyatakan setuju
- 43 persen tidak setuju
- 29 persen ragu-ragu atau tidak yakin
Sebanyak 56 persen responden juga menilai Trump terlalu mudah menggunakan kekuatan militer untuk kepentingan luar negeri.
Berdasarkan afiliasi politik:
- 87 persen pemilih Demokrat menilai Trump terlalu agresif
- 60 persen independen memiliki pandangan serupa
- 23 persen pemilih Republik juga mulai meragukan kebijakan tersebut
Washington Terbelah
Di Capitol Hill, respons politik terbelah tajam. Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyatakan Iran harus menanggung konsekuensi atas tindakannya.
Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, turut memuji langkah Trump sebagai upaya menggagalkan ancaman nuklir dan terorisme Iran.
Sebaliknya, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries mengkritik keputusan presiden yang tidak meminta otorisasi Kongres.
Senator senior Chuck Schumer menilai langkah tersebut tidak memiliki strategi jangka panjang yang jelas.
Kelompok progresif seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) bahkan menyebut operasi tersebut inkonstitusional serta mendesak pengesahan War Powers Resolution.
Berapa Lama Perang Akan Berlangsung?
Meski Trump menyebut target empat minggu, banyak analis menilai durasi konflik sangat bergantung pada respons Iran, keterlibatan aktor regional, serta dinamika diplomasi internasional.
Jika eskalasi meluas dan melibatkan sekutu kedua pihak, konflik berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan Gedung Putih.
Dengan situasi yang terus berkembang dan ketegangan regional meningkat, proyeksi empat minggu masih bersifat estimasi politik—bukan kepastian strategis.
(*)





