
Karier Militer hingga Puncak Jabatan
Sepanjang kariernya di lingkungan ABRI, Try Sutrisno pernah bertugas di Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur. Pada 1972, ia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto.
Kariernya terus menanjak. Pada 1982, ia diangkat menjadi Panglima Kodam V/Jaya. Tahun 1985, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, dan pada 1986 menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.
Puncak karier militernya terjadi pada 1988 saat ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI menggantikan L.B. Moerdani.
Wakil Presiden ke-6 RI
Pada 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden RI melalui Sidang Umum MPR untuk masa bakti 1992–1997, mendampingi Presiden Soeharto. Ia menjabat hingga 1998 sebelum posisinya digantikan oleh B.J. Habibie dalam Sidang Umum MPR 1998.
Kepergian Try Sutrisno menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi TNI dan bangsa Indonesia yang mengenangnya sebagai prajurit disiplin dan pemimpin yang berdedikasi.
(*)





