
Selain itu, lokakarya telah dilaksanakan sejak Februari 2026 sebagai bagian dari proses pematangan konsep.
Workshop tersebut difokuskan pada pengembangan karya performansi yang nantinya akan dipentaskan di ruang publik di lima kecamatan tersebut.
Lokakarya performansi telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan pelaksanaan terakhir pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Studio Kala Teater.
Program ini menggunakan pendekatan seni partisipatif yang mengedepankan kolaborasi antara warga, seniman, dan para pemangku kepentingan sebagai respons kultural yang dinilai strategis dan relevan dalam menyikapi persoalan sosial perkotaan.
“Adapun tujuan utama dari program ini adalah memulihkan rasa aman warga di ruang publik Kota Makassar, membuka ruang dialog dan refleksi melalui medium seni,” katanya.
“Serta mendorong keterlibatan aktif antara warga dan pemerintah dalam menciptakan ruang kota yang aman dan ramah,” sambung dia.
Sasaran program ini mencakup masyarakat Kota Makassar secara umum, generasi muda, yang kerap terlibat dalam fenomena geng motor, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lintas sektor.





